Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil dengan Letak Sungsang

BAB II
TINJAUAN TEORITIS
2.1 Kehamilan Normal
2.1.1 Definisi
Kehamilan adalah proses pertemuan dan persenyawaan antara spermatozoa (sel mani) dengan sel telur (ovum) yang menghasilkan zigot. Ibu hamil adalah wanita yang tidak mendapatkan haid selama lebih dari satu bulan disertai tanda-tanda kehamilan subjektif dan objektif.(sarwono,2007)
2.1.2  Tujuan perawatan kehamilan
Pemeriksaan kehamilan pada ibu hamil bertujuan untuk :
·         Menghilangkan dan mengurangi resiko penyakit pada ibu hamil
·         Mempertahankan dan mengoptimalkan keadaan kesehatan ibu hamil, bersalin dan masa nifas Agar ibu dapat memenuhi segala kebutuhan janin
·         Mengoptimalkan kesehatan bayi Mencegah terjadinya prematuritas, lahir mati dan kematian neonatal(cuningham,1997)
     2.1.3Perubahan fisik pada kehamilan
a.       Cardio vasculer
Kehamilan menyebabkan banyak perubahan pada tubuh, kebanyakan perubahan ini akan menghilang setelah persalinan. Jantung dan pembuluh darah.
Selama kehamilan, jumlah darah yang dipompa oleh jantung setiap menitnya (cardiac output, curah jantung) meningkat sampai 30-50%. Peningkatan ini mulai terjadi pada kehamilan 6 minggu dan mencapai puncaknya pada kehamilan 16-28 minggu.Karena curah jantung meningkat, maka denyut jantung pada saat istirahat juga meningka (dalam keadaan normal 70 kali/menit menjadi 80-90 kali/menit).
Setelah mencapai kehamilan 30 minggu, curah jantung agak menurun karena rahim yang membesar menekan vena yang membawa darh dari tungkai ke jantung. Selama persalinan, curah jantung meningkat sebesar 30%,
Setelah persalinan curah jantung menurun sampai 15-25% diatas batas kehamilan, lalu secara perlahan kembali ke batas kehamilan.
Peningkatan curah jantung selama kehamilan kemungkinan terjadi karena adanya perubahan dalam aliran darah ke rahim. Karena janin terus tumbuh, maka darah lebih banyak dikirim ke rahim ibu
Ketika melakukan aktivitas/olah raga, maka curah jantung, denyut jantung dan laju pernafasan pada wanita hamil lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang tidak sedang hamil. Rontgen dada dan EKG menunjukkan sejumlah perubahan dalam jantung, dan kadang terdengar murmur jantung tertentu serta ketidakteraturan irama jantung.
Semua perubahan tersebut adalah normal terjadi pada masa hamil, tetapi beberapa kelainan irama jantung mungkin akan memerlukan pengobatan khusus.
Selama trimester kedua biasanya tekanan darah menurun tetapi akan kembali normal pada trimester ketiga.Selama kehamilan, volume darah dalam peredaran meningkat sampai 50%, tetapi jumlah sel darah merah yang mengangkut oksigen hanya meningkat sebesar 25-30%. Untuk alasan yang belum jelas, jumlah sel darah putih (yang berfungsi melindungi tubuh terhadap infeksi) selama kehamilan, pada saat persalinan dan beberapa hari setelah persalinan, agak meningkat.
b.       Ginjal
Selama kehamilan, ginjal bekerja lebih berat. Ginjal menyaring darah yang volumenya meningkat (sampai 30-50% atau lebih), yang puncaknya terjadi pada kehamilan 16-24 minggu sampai sesaat sebelum persalinan (pada saat ini aliran darah ke ginjal berkurang akibat penekanan rahim yang membesar).
Dalam keadaan normal, aktivitas ginjal meningkat ketika berbaring dan menurun ketika berdiri. Keadaan ini semakin menguat pada saat kehamilan, karena itu wanita hamil sering merasa ingin berkemih ketika mereka mencoba untuk berbaring/tidur.
Pada akhir kehamilan, peningkatan aktivitas ginjal yang lebih besar terjadi pada wanita hamil yang tidur miring. Tidur miring mengurangi tekanan dari rahim pada vena yang membawa darah dari tungkai sehingga terjadi perbaikan aliran darah yang selanjutnya akan meningkatkan aktivitas ginjal dan curah jantung.
c.       Paru-paru
Ruang yang diperlukan oleh rahim yang membesar dan meningkatnya pembentukan hormon progesteron menyebabkan paru-paru berfungsi lain dari biasanya.Wanita hamil bernafas lebih cepat dan lebih dalam karena memerlukan lebih banyak oksigen untuk dirinya dan untuk janin.Lingkar dada wanita hamil agak membesar.
Lapisan saluran pernafasan menerima lebih banyak darah dan menjadi agak tersumbat oleh penumpukan darah (kongesti). Kadang hidung dan tenggorokan mengalami penyumbatan parsial akibat kongesti ini. Tekanan dan kualitas suara wanita hamil agak berubah.
d.      Kulit
Topeng kehamilan (melasma) adalah bintik-bintik pigmen kecoklatan yang tampak di kulit kening dan pipi.Peningkatan pigmentasi juga terjadi di sekeliling puting susu. Sedangkan di perut bawah bagian tengah biasanya tampak garis gelap.Spider angioma (pembuluh darah kecil yang memberi gambaran seperti laba-laba) bisa muncul di kulit, biasanya di atas pinggang. Sedangkan pelebaran pembuluh darah kecil yang berdinding tipis seringkali tampak di tungkai bawah.
e.      Hormon
Kehamilan mempengaruhi hampir semua hormon di dalam tubuh.
Plasenta menghasilkan sejumlah hormon untuk membantu tubuh dalam mempertahankan kehamilan. Hormon utama yang dihasilkan oleh plasenta adalah HCG, yang berperan mencegah ovulasi dan merangsang pembentukan estrogen serta progesteron oleh ovarium untuk mempertahankan kehamilan.Plasenta juga menghasilkan hormon yan gmenyebabkan kelenjar tiroid menjadi lebih aktif. Kelenjar tiroid yang lebih aktif menyebabkan denyut jantung yang cepat, jantung berdebar-debar (palpitasi), keringat berlebihan dan perubahan suasana hati; selain itu juga bisa terjadi pembesaran kelenjar tiroid. Tetapi hipertiroidisme (overaktivitas kelenjar tiroid) hanya terjadi pada kurang dari 1% kehamilan.
Plasenta juga menghasilkan melanocyte-stimulating hormone yang menyebabkan kulit berwarna lebih gelap dan hormon yang menyebabkan peningkatan kadar hormon adrenal di dalam darah. Peningkatan kadar hormon in kemungkinan menyebabkan tanda peregangan berwarna pingk pada kulit perut.
Selama kehamilan diperlukan lebih banyak insulin yang dihasilkan oleh pankreas. Karena itu penderita diabetes yang sedang hamil bisa mengalami gejala diabetes yang lebih buruk.(sarwono,2007)
2.1   Letak sungsang
2.1.1   Definisi
Letak Sungsang adalah janin yang letaknya memanjang (membujur) dalam rahim, kepala berada difundus dan bokong berada dibawah.(Mochtar, Rustam: 350)
Letak Sungsang adalah keadaan dimana janin terletak memanjang dengan kepala difundus uteri dan bokong berada dibagian bawah kavum uteri. (Sarwono, 606)
2.1.2   Etiologi
Faktor penyebab Letak Sungsang
a.       Gerakan Janin yang bebas
Hal ini terjadi karena adanya hidramion, premature, gravida / multi gravida. Letak janin dalam uterus bergantung pada proses adaptasi janin terhadap ruangan dalam uterus. Pada kehamilan sampai kurang lebih 32 minggu, jumlah air ketuban relatif lebih banyak, sehingga memungkinkan janin bergerak dengan leluasa. Dengan demikian janin dapat menempatkan diri dalam presentasi kepala, letak sungsang atau letak lintang. Pada kehamilan triwulan terakhir janin tumbuh dengan cepat dan jumlah air ketuban relatif berkurang. Karena bokong dengan kedua tungkai terlipat lebih besar daripada kepala, maka bokong dipaksa untuk menempati ruang yang lebih luas di fundus uteri, sedangkan kepala berada ruangan yang lebih kecil di segmen bawah uterus. Dengan demikian dapat dimengerti mengapa pada kehamilan belum cukup bulan, frekuensi letak sungsang lebih tinggi, sedangkan pada kehamilan cukup bulan, janin sebagian besar ditemukan dalam presentasi kepala. Sedangkan pada hidramion dan drande multi ruangan yang ditempati janin menjadi lebih luas sehingga mekanisme di atas juga terjadi dan timbulah letak sungsang.
b.      Gangguan akomodasi
Gangguan akomodasi dapat terjadi pada kelainan bentuk uterus. Adanya tumor rahim, gemuk, placenta pada corno dan adanya ekstensi tungkai janin.
c.       Gangguan Fiksasi
Gangguan fiksasi kepala pintu atas panggul dapat terjadi karena adanya placenta privea, tumor panggul, kesempitan panggul, anencephalus dan hydrocephalus (Hanifa-Wiknyo-Sastro,1994;611).
d.      Faktor Penyebab Tali Pusat menumbung
e.       Prematuritas karena bentuk rahim relatif kurang lonjong, air ketuban masih banyak dan kepala anak relatif besar.
f.       Hidramnion karena anak mudah bergerak.
g.      Plasenta previa karena menghalangi turunnya kepala ke dalam pintu atas panggul. Plasenta yang terletak di daerah kornu fundus uteri dapat pula menyebabkan letak sungsang, karena plasenta mengurangi luas ruangan di daerah fundus.
h.      Panggul sempit
i.        Kelainan bentuk kepala: hidrocephalus, anencephalus, karena kepala kurang sesuai dengan bentuk pintu atas panggul.
Atau lebih ringkasnya dapat dikelompokkan sebagai berikut:
a.       Sudut ibu
a.       Keadaan rahim
-        Rahim arkuatus
-        Septum pada rahim
-        Uterus duplek
-        Mioma bersama kehamilan
b.      Keadaan placenta
-        Placenta letak rendah
-        Placenta previa
c.       Keadaan jalan lahir
-        Kesempitan panggul
-        Deformitas tulang panggul
-        Terdapat tumor menghalangi jlan lahir dan perputaran posisi kepala
b.      Sudut janin
-        Tali pusat pendek atau lilitan tali pusat
-        Hidrocefalus dan anencefalus
-        Kehamilan kembar
-        Hidramnion atau oligohidramnion
-        Prematuritas
2.1.3        Klasifikasi dan Frekuensi
a.       Letak Bokong (Frank Breech)
Pada presentasi bokong akibat ekstensi kedua sendi lutut, kedua kaki terangkat ke atas sehingga ujungnya terdapat setinggi bahu atau kepala janin. Dengan demikian pada pemeriksaan dalam hanya dapat diraba bokong. Frekuensi 50-70%.
b.      Letak sungsang Sempurna (complete breech)
Yaitu letak bokong dimana kedua kaki ada di samping bokong (letak bokong kaki sempurna atau lopat kejang), frekuensinya 75%.
c.       Letak Sungsang Tidak Sempurna (Incomplete Breech)
Presentasi bokong kaki tidak sempurna dan presentasi kaki ( incomplete or footling ) ( 10-30%). Pada presentasi bokong kaki tidak sempurna hanya terdapat satu kaki di samping bokong, sedangkan kaki yang lain terangkat ke atas. Pada presentasi kaki bagian paling rendah adalah satu atau dua kaki. Selain bokong bagian terendah juga kaki dan lutut, terdiri dari :
·         Kedua kaki : Letak kaki sempurna
·         Satu kaki : Letak kaki tidak sempurna, frekuensi 24 %.
·         Ke dua lutut : Letak lutut sempurna
·         Satu lutut : Letak lutut tidak sempurna, frekuensi 1%.
2.1.4    Diagnosis
Diagnosis letak sungsang pada umumnya tidak sulit. Pada pemeriksaan luar, di bagian bawah uterus tidak dapat diraba bagian yang keras dan bulat, yakni kepala, dan kepala teraba di fundus uteri. Kadang-kadang bokong janin teraba bulat dan dapat memberi kesan seolah-olah kepala, tetapi bokong tidak dapat digerakkan semudah kepala. Seringkali Ibu menyatakan bahwa kehamilannya terasa lain dari pada kehamilannya yang terdahulu, karena terasa penuh di bagian atas dan gerakan terasa lebih banyak di bagian bawah.
Denyut jantung janin pada umumnya ditemukan setinggi atau sedikit lebih tinggi daripada umbilikus. Apabila diagnosis letak sungsang dengan pemeriksaan luar tidak dapat dibuat, karena misalnya dinding perut tebal, uterus mudah berkontraksi atau banyaknya air ketuban, maka diagnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan dalam.
Apabila masih ada keragu-raguan, harus dipertimbangkan untuk melakukan pemeriksaan ultrasonografik atau M.R.I. (Magnetic Resonance Imaging).
Setelah ketuban pecah, dapat diraba lebih jelas adanya bokong yang ditandai dengan adanya sakrum, kedua tuber ossis iskii, dan anus. Bila dapat diraba kaki, maka harus dibedakan dengan tangan.
Pada kaki terdapat tumit, sedangkan pada tangan ditemukan ibu jari yang letaknya tidak sejajar dengan jari-jari lain dan panjang jari kurang lebih sama dengan panjang telapak tangan. Pada persalinan lama, bokong janin mengalami edema, sehingga kadang-kadang sulit untuk membedakan bokong dengan muka.
Pemeriksaan yang teliti dapat membedakan bokong dengan muka karena jari yang akan dimasukkan ke dalam anus mengalami rintangan otot, sedangkan jari yang dimasukkan ke dalam mulut akan meraba tulang rahang dan alveola tanpa ada hambatan. Pada presentasi bokong kaki sempurna, kedua kaki dapat diraba disamping bokong, sedangkan pada presentasi bokong kaki tidak sempurna, hanya teraba satu kaki di samping bokong.
2.1.5   Prognosis
a.       Maternal / ibu
Baik ibu maupun janin dengan letak sungsang memiliki risiko yang lebih besar dibandingkan dengan letak kepala. Pada persalinan sungsang yang sulit terdapat peningkatan risiko maternal. Manipulasi secara manual dalam jalan lahir akan memperbesar risiko infeksi pada ibu. Berbagai perasat intra uteri, khususnya dengan segmen bawah uterus yang sudah tipis, atau persalinan after coming head lewat serviks yang belum berdilatasi lengkap, dapat mengakibatkan ruptura uteri, laserasi serviks ataupun keduanya.
Tindakan manipulasi tersebut dapat pula menyebabkan pelebaran luka episiotomi dan robekan perineum yang dalam. Anestesi yang memadai untuk menimbulkan relaksasi uterus yang nyata dapat pula mengakibatkan atonia uteri yang selanjutnya diikuti oleh perdarahan postpartum dari tempat implantasi plasenta. Meskipun demikian, secara umum prognosis bagi ibu yang bayinya dilahirkan dengan ekstraksi bokong bagaimanapun juga lebih baik bila dibandingkan pada tindakan seksio sesarea.
b.      Bagi janin
Prognosisnya kurang menguntungkan dan akan semakin serius dengan semakin tingginya bagian presentasi pada awal dilakukannya ekstraksi bokong. Di samping peningkatan risiko terjadinya ruptura tentorium dan perdarahan intraserebral, yang menyertai persalinan sungsang, angka mortalitas perinatal juga meningkat akibat semakin besarnya kemungkinan terjadinya trauma lain pada saat dilakukan ekstraksi.
Lebih lanjut, prolapsus funikuli pada presentasi bokong tak lengkap jauh lebih sering dijumpai bila dibandingkan pada presentasi verteks, dan komplikasi ini selanjutnya akan memperburuk prognosis bagi bayi.
Fraktur humerus dan klavikula tidak selalu dapat dihindari ketika dilakukan pembebasan lengan, dan fraktur femur dapat terjadi dalam pelaksanaan ekstraksi bokong pada persalinan frank breech yang sulit.
berbentuk sendok atau fraktur tengkorak yang sebenarnya, dengan akibat yang umumnya fatal, bisa saja terjadi.
Kadang-kadang leher bayi sendiri dapat patah kalau pada waktu ekstraksi digunakan tenaga yang besar.
2.1.6       Penatalaksanaan dalam Kehamilan
Pada waktu pemeriksaan antenatal jika dijumpai letak sungsang, terutama pada primigravida, hendaknya diusahakan melakukan versi luar menjadi presentasi kepala. Versi luar sebaiknya dilakukan pada kehamilan antara 34 dan 38 minggu. Pada umumnya versi luar sebelum minggu ke-34 belum perlu dilakukan, karena kemungkinan besar janin masih dapat memutar sendiri, sedangkan setelah minggu ke-38 versi luar sulit untuk berhasil karena janin sudah besar dan jumlah air ketuban relatif berkurang.
Sebelum melakukan versi luar, diagnosis letak janin harus pasti, sedangkan denyut jantung janin harus baik. Apabila bokong sudah turun, bokong harus dikeluarkan lebih dahulu dari rongga panggul, tindakan ini dilakukan dengan meletakkan jari-jari kedua tangan penolong pada perut ibu bagian bawah untuk mengangkat bokong janin. Kalau bokong tidak dapat dikeluarkan dari panggul, usaha untuk melakukan versi luar tidak ada gunanya. Setelah bokong keluar dari panggul, bokong ditahan dengan satu tangan, sedang tangan yang lain mendorong kepala ke bawah sedemikian rupa, sehingga fleksi tubuh bertambah.
Selanjutnya kedua tangan bekerjasama untuk melaksanakan putaran janin untuk menjadi presentasi kepala. Selama versi dilakukan dan setelah versi berhasil denyut jantung janin harus selalu diawasi. Sesudah janin berada keadaan presentasi kepala, kepala didorong masuk ke rongga panggul. Versi luar hendaknya dilakukan dengan kekuatan yang ringan tanpa mengadakan paksaan.
Versi luar tidak ada gunanya dicoba bila air ketuban terlalu sedikit, karena usaha tersebut tidak akan berhasil. Kontraindikasi lain untuk melakukan versi luar ialah: 1) panggul sempit, 2) perdarahan antepartum; 3) hipertensi; 4) hamil kembar; 5) plasenta previa.
2.1.7       Mekanisme Persalianan Letak Sungsang
A.    Persalinan menurut metode Brach
                        Persalinan Brach berhasil bila dalam satu kali his dan mengejan. Sedangkan penolong membantu melakukan hiperlordose tekniknya adalah sebagai berikut:
-        Saat bokong tampak disuntikkan oksitosin 5 unit
-        Setelah bokong lahir, bokong dipegang secara Brach (kedua ibu jari berada pada kedua paha bayi dan keempat jari lainnya memegang bokong bayi) 
-        Melakukan hiperlordose dengan mengarahkan bokong keatas perut ibu
-        Seorang membantu melakukan tekanan kristeller pada fundus uteri saat ada his
-        Lahir berturut-turut dagu, mulut, hidung, muka dan kepala bayi
-        Bayi diletakkan diperut ibu untuk pemotongan tali pusat dan selanjutnya dirawat sebagaimana mestinya
B.     Ekstraksi bokong parsial
-        Pertolongan bokong sampai umbilicus berlangsung dengan kekuatn sendiri
-        Terjadi kemacetan persalinan badan dan kepala
-        Dilakuk persalinan bantuan dengan cara klasik, muller dan louvset
a.       Pertolongan ekstraksi bokong secara klasik
·         Tangan memegang bokong dengan telunjuk pada spina iciadika anterior superior
·         Tarik curam kebawah sampai ujung scapula tampak
·         Badan anak dipegang sehingga perut anak didekatkn keperut ibu, dengan demikian kedudukan bahu belakang sampai mencapai persendian siku
·         Tangan belakang dilahirkan dengan mendorong persendian siku menelusuri badan bayi
·         Badan anak dipegang sedemikian rupa sehingga punggung anak mendekati panggul ibu
·         Tangan lainnya menelusuri bahu menuju persendian bahu at siku. Selanjutnya lengan atas dilahirkan dengan mendorong persendian siku
·         Persalinan kepala dilakukan sebagai berikut:
-        Badan anak seluruhnya ditunggangkan pada tangan kiri
-        Jari tangan dimasukkan kedalam mulut bayi, untuk mempertahankan situasi flexi
-        2 jari menekan pada os. Maksilaris untuk membantu flexi kepala
-        Tangan kanan memegang leher bayi, meanrik curam kebawah sehingga sub oksiput berada dibawah simpisis
-        Kepala bayi dilahirkan dengan melakukan tarikan tangan kanan sambil melakukan putaran kearah perut ibu
-        Berturut-turt lahir dagu , mulut, dahi dan kepala seluruhnya
-        Setelah bayi diletakkan diatas perut ibu tali pusat di potong. Lender dibersihkan dan selanjutnya dirawat sebagaimana mestinya. 
b.      Persalinan ekstraksi bokong parsial menurut Muller
Perbedaan dengan klasik terletak pada persalinan lengan depan dilahirkan terlebih dahulu dengan jalan:
-        Punggung bayi didekatkan kepunggung ibu sehingga scapula tampak
-        Tangan lainnya menelusuri bahu depan menuju lengan atas sampai persendian siku untuk melahirkan lengan atas
-        Perut bayi didektkan keperut ibu, tangan lain menelusuri bahu belakang sampai persendian siku da selanjutnya lengan belakang dilahirkan
-        Persalinan kepala dilakukan menurut teknik Mauricheau
-        Setelah bayi lahir tali pusat dipotong dibersihkan untuk dirawat sebagaimana mestinya
c.       Pertolongan persalinan menurut Louvset
Untuk melahirkan bahu berdasarkan:
-        Perbedaan panjang jalan lahir depan dan belakang
-        Bahu depan yang berada dibawah simpisis bila diputar,bahu belakang kedudukannya menjadi lebih rendah sehingga secara otomatis terjadi persalinan.
-        Bahu belakang setelah diputar 90º menjadi bahu depan sehingga kedudukannya lebih rendah dan akhirnya persalinan terjadi secara otomatis.
-        Pada waktu melakukan putaran disertai tarikan sehingga dengan putarn tersebut kedua bahu dilahirkan
-        Persalinan kepala dapat dilakukan dengan teknik Moricheau
 
C.     Pertolongan Persalinan Kepala
a.       Persalinan kepala menurut Mauricheau Veit Smellie
-        Badan anak ditunggangkn pada tangan kiri
-        Tali pusat dilonggarkan
-        Jari tangan dimasukkan kedalam mulut bayi. dua yang lain diletakkn pada tulang pipi serat menekan kearh badan bayi sehingga fleksi kepala dapat dipertahankan
-        Tangan kanan memegg bayi (leher) menarik curam kebawah sampai subocciput sebagai hipomoglion. Kepala bayi diputar ke atas sehingga berturut-turut lahir dagu, mulut, hidung, mata, dahi, kepal seluruhnya.
b.      Persalinan kepala dengan ekstraksi forcep
-        Seluruhnya badan bayi dibungkus dengan duk steril diangkat ke atas sehingga kepala bayi mudah dilihat untuk aplikasi forcep
-        Daun forcep kiri dipasang terlebih dahulu, diikuti daun forcep kanan, dilakukan penguncian forcep
-        Badan bayi ditunggangkan pada gagang forcep
-        Dilakukan tarikan cunam kebawah sehingga subocciput tampak dibawah simpisis, dilakukan tekanan keatas sehingga berturut-turut lahir dagu, mulut, hidung, mata dan dahi diikuti seluruh kepala bayi
-        Bayi diletakkan diatas perut ibu untuk memotong tali pusat
-        Lendir dibersihkan dari jalan nafas
-        Selanjutnya dilakukan perawatan sebagaimana mestinya
D.    Ekstraksi bokong total
Ekstraksi bokong total bila proses persalin letak sungsang seluruhnya dilakukan dengan kekuatan dari penolong sendiri. Bentuk pertolongan ekstraksi bokong total terdiri dari ekstraksi bokong dan kaki (satu kaki dan dua kaki)
a.       Ekstraksi bokong
-        Jari telunjuk tangan kanan dimasukkan agar dapat mencapai lipatan paha depan
-        Dengan mengait pada spina iciadika anterior superior dilkukan tarikan curam kebawah sehingga trochanter depan dapat dilahirkan
-        Setelah trochanter depan lahir dilakukan tarikan keatas sehingga trochanter belakang mencapai perineum
-        Setelah trochanter belakang mencapai perineum telunjuk tang kiri dimasukkan kelipatan paha dan spina iciadika anterior superior belakang
-        Dengan kedua telunjuk dilakukan persalinan seperti metode secara klasik atau kombinasi dengan tindakan louvset
-        Persalinan kepala dilakukan menurut Morecheau
-        Setelah bayi lahir dilakukan perawatan sebagaimana mestinya
b.      Ekstraksi kaki
Ekstraksi kaki lebih mudah dibandingkan dengan ekstraksi bokong, oleh karena itu bila diperkirakan akan dilakukan ekstraksi bokong diubah menjadi letak kaki menurunkan kaki beradasarkan profilaksis pinard yaitu pembukaan minimal 7 cm, ketuban telah pecah atau dipecahkan dan diturunkan kaki kedepan. Bila terdapat indikasi dilukan ekstraksi kaki dengan seluruh kekuatan berasal dari penolong persalin
2.3  Standar Pelayanan Antenatal Care (ANC)
Standar 1: Metode asuhan
Standar 2: Pengkajian
Standar 3: Identifikasi Ibu Hamil
Standar 4: Pemeriksaan dan pemantauan antenatal
Standar 5: Palpasi Abdominal
Standar 6: Pengelolaan Anemia Pada Kehamilan
Standar 7: Pengelolaan Dini Hipertensi pada Kehamilan
Standar 8: Persiapan Persalinan
Standar 9: Penatalaksanaan Antenatal Care
          Dalam pelaksanaannya dikenal dengan “7T”, yaitu timbang berat badan, ukur tekanan darah, ukur tinggi fundus uteri,  imunisai TT, pemberian Tablet Fe dan tes PMS
            Tujuan Atenatal Care adalah:
a.       Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan ibu dan tumbuh kembang bayi
b.      Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental dan sosial ibi dan bayi
c.       Mengenali secara dini adanya ketidaknormalan atau komplikai yang mungkin terjadi selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum, kebidanan dan pembedahan
d.      Mempersiapkan persalinan cukup bulan melahirkan dengan selamat, ibu maupun bayinya dengan trauma seminimal mungkin
e.       Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi.
BAB III
TINJAUAN KASUS
2.1              Manajemen Pelayanan ANC di Puskesmas Padang Luar
2.1.1    RR
Pasien ANC datang dan mendaftarkan diri di RR dengan mnyerahkan kartu  berobat pada petugas. Kemudian petugas mencarikan status pasien yang akan berobat tersebut, status ini disusun sesuai kode wilayah dan kemudian dikelompokkan lagi per KKnya.untuk mempermudah pengambilan status. Bagi pasien Umum dikenakan biaya retribusi, dan selanjutnya dilakukan pencatatan dan pengelompokan pasien umum, ASKES dan JAMKESMAS. Kemudian juga dilakukan pencatatan pada lembar resep pasien ANC ruangan yang akan dituju pasie yaitu ruangan KIA. Status pasien akan di antarkan ke bagian KIA. Kemudian pasien ANC dapat menunggu di ruang tunggu sebelum namanya dipanggil.
2.1.2    Ruangan KIA
Pasien masuk ruangan KIA kemudian petugas melakukan anamnesis pada pasien ANC seperti biodata,keluhan, riwayat kehamilan, persalinan yang lalu, riwayat kontrasepsi, riwayat kesehatan, pola kegiatan, dan data psiologis ibu. Kemudian setelah anamnesis, dilakukan pemeriksaan fisik diantaranya tanda-tanda vita, pemeriksaan fisik secara head to toe.
Petugas KIA juga melakukan kolaborasi dengan bagian laboratorium untuk melakukan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan Hb, pemeriksaan urin. Setelah anamnesa, pemeriksaan fisik, dan penunjang dilakukan, petugas akan memberikan informasi sesuai dengan hasil pemeriksaan, memberikan pendkes sesuai dengan keadaan ibu. Selanjutnya petugas melakukan pengresepan sesuai dengan kebutuhan ibu dan obat nya dapat diambil di apotik.. Petugas melakukan pencatatan hasil pemeriksaan pada buku KIA pasien. Jika ditemukan kasus yang tidak dapat ditangani di puskesmas maka petugas akan melakukan rujukan. Petugas membuat pendokumentasian pasien ANC pada buku register ANC.
2.1    Pendokumentasian Asuhan Kebidanan Ibu Hamil Trimester III Pada Ny “E” dengan Letak Sungsang  di Puskesmas Padang Luar Tahun 2011
                                     
Hari/Tanggal   :Kamis/28 April 2011
Jam                  : 10.00WIB
SUBJEKTIF
a.         Biodata
Nama ibu        : Ny.”E”                             Nama suami   : Tn.”S”
Umur              : 37 tahun                           Umur              : 37 tahun
Agama            : Islam                                Agama            : Islam
Suku               : Minang                            Suku               : Minang
Pendidikan     : SMA                                Pendidikan     : SMA
Pekerjaan        : Penjahit                            Pekerjaan        : Pedagang
Alamat            : Belakang Pusk.                Alamat           :Belakang pusk.
Telp/hp            :                                          Telp/hp           :
b.         Keluhan utama
Ibu mengatakan bahwa ibu merasa pusing sejak kemaren dan sulit BAB.
c.         Riwayat obstetric
*         menstruasi
Menarche       : 13 th
Lama               : 6-7 hari
Siklus              : 28 hari
Warna             : merah kehitaman
Bau                 : amis
Jumlah            : 3 kali ganti doek
HPHT             :  16 - 09- 2010
Keluhan          : tidak ada
*         Riwayat perkawinan
Usia ibu waktu kawin            : 18 th
Usia suami waktu kawin        : 18 th
Status perkawinan                  : sah
Lama menikah baru hamil      : segera
*         Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu
No
Kehamilan
Persalinan
Nifas
Anak
 ke
Umur
ANC
komp
Ditolong oleh
BB
(gr)
PB
(cm)
JK
penyulit
involusi
lactasi
lochea
komplikasi
1
I
19thn
bidan
Tdk ada
Bidan
4000
50
Tdk ada
baik
baik
normal
Tdk ada
2
II
15thn
Bidan
Tdk ada
Bidan
3600
50
Tdk ada
baik
baik
normal
Tdk ada
3
III
12thn
Bidan
Tdk ada
Bidan
3400
49
Tdk ada
baik
baik
normal
Tdk ada
4
Ini
*         Riwayat kehamilan sekarang
          TP :   23-06-2011
Trimester I
* ANC                                  : 2 kali
* Tempat / Nakes                  : puskesmas/Bidan
* Keluhan                              : mual muntah
* Imunisasi                            : tidak ada
* Obat-obatan                        : SF,calac, vit C
* Anjuran                               : makan porsi kecil tapi sering
Trimester II
* ANC                                 : 2 kali
* Tempat / Nakes                  : bidan
* Keluhan                             : tidak ada
* Kompikasi                         : tidak ada
* ImunisasiTT                        : TT 1
* Obat-obatan                        : vitamin C, SF, calac   
* Anjuran                             : Istirahat yang cukup
* Pergerakan janin pertama kali dirasakan:  kehamilan 5 bulan
Trimester III
* ANC                                    : 3x
* Tempat /Nakes                   : bidan
* Keluhan                             : susah BAB
* Komplikasi                        : Tidak ada
* Imunisasi TT                       : TT 2
* Obat-obatan                        : SF, calac, vit c
* Anjuran                              : istirahat dan konsumsi sayur
* Pergerakan janin dalam 24 jam : 8-10 kali
*         Riwayat kontrasepsi
   Jenis                                                      : IUD
   Lama pemakaian                                  : 9 tahun
   Alasan penghentian                              : ingin punya anak lagi
*         Riwayat kesehatan ibu dan keluarga
Riwayat penyakit sistemik
Riwayat penyakit jantung                   : tidak ada
Riwayat penyakit hipertensi               : tidak ada
Riwayat penyakit diabetes                  : tidak ada
                        Riwayat penyakit keturunan
Riwayat penyakit asma                       : tidak ada
Riwayat penyakit epilepsi                   : tidak ada
                        Riwayat penyakit menular
Riwayat penyakit TB                          : tidak ada
Riwayat Penyakit HIV/aids                : tidak ada
*         Riwayat kembar : tidak ada
d.   Pola kegiatan sehari-hari
Ø  Pola nutrisi
·     Makan
Frekuensi          : 3 x sehari
porsi                  : 1 piring nasi, 1 potong lauk pauk
Keluhan            : tidak ada
·     Minum
Frekuensi          : 9 gelas sehari
Jenis                  : air putih dan susu
Keluhan            : tidak ada
Ø  Pola eleminasi
·     BAB  
Frekuensi          : 1 x 2 hari
Konsistensi       : keras
Keluhan            : sulit BAB
·     BAK
Frekuensi          : 6-7 sehari
Warna               : jernih
Bau                   : khas urin
Keluhan            : tidak ada
Ø  Pola istirahat dan tidur
    Istirahat siang    : kadang-kadang
    Tidur malam       : 5-6 jam
    Keluhan            : kurang tidur
Ø  Personal hygiene
   Mandi                                         : 2 x sehari
   Keramas                                     : 1 x 2 hari
   Sikat gigi                                    : 2 x sehari
   Ganti pakaian dalam                  : 2x sehari
   Ganti pakaian luar                      : 2 x sehari
   Keluhan                                      : tidak ada
Ø  Olahraga
 Jenis                                          :  jalan pagi
 Frekuensi                                   : 3x seminggu
 Keluhan                                     : tidak ada
Ø  Kebiasaan hidup sehat
        Merokok                                     : tidak ada
        Jamu-jamuan                              : tidak ada
        Minuman beralkohol                  : tidak ada
       Ketergantungan obat                  : tidak ada
Ø  Beban kerja ibu
  Pekerjaan rumah tangga dibantu oleh suami dan anak
e.     Data psikososial, kultural dan spiritual
v Keadaan psikologi
            Ibu merasa cemas dengan keluhan yang dia rasakan
v Sosial
Hubungan ibu dengan suami dan keluarga baik
v Kultural
Ibu tidak memiliki kepercayaan yang merugikan ibu dan bayinya
v Spiritual
Ibu selalu menjalankan ibadah dengan baik
OBJEKTIF
a.     Data umum
Kesadaran                 : Baik
              TD                             : 90/60 mm Hg
Nadi                          : 82 x/i
Pernafasan                : 24 x/i
Suhu                          : 36.5 °C
BB    sekarang          : 65   kg
BB sebelum hamil     : 59    kg
LILA                        : 30,5 cm        
TB                             : 159 cm
b.    Data khusus
·         Kepala                  : Rambut hitam,kulit kepala bersih, tidak ada ketombe dan tidak ada Pembengkakan              
·         Muka                    : Wajah odema dan tidak ada cloasma gravidarum
·         Mata       
   Konjungtiva      : merah muda
   Sclera                : putih,jernih
·         Hidung                 : Tidak ada sumbatan dan tidak ada kelainan
·         Mulut
Bibir                     : berwarna merah muda dan tidak pecah-pecah
Gigi                      : tidak ada caries dan plak
Lidah                    : bersih
·         Leher                    : tidak ada pembengkakkan kelenjar tiroid dan limphe
·         Dada       
Mamae kiri kanan             : simetris
Papila mamme                  : menonjol
Retraksi                            : tidak ada
Massa                               : tidak ada
Kolstrum                          : (+)
·         Abdomen
* Inspeksi
Linea                        : nigra
Strie                         : gravidarum
Bekas luka operasi  : tidak ada
* Palpasi
Leopold 1       : TFU ½ pusat px ,pada fundus teraba keras,bulat dan  melenting
Leopold 2       : pada perut ibu sebelah kiri teraba keras panjang dan memapan, pada peurut ibu sebelah kanan teraba tonjolan-tonjolan kecil
Leopold 3      : pada perut bagian bawah ibu, teraba bundar, lunak tidak melenting
Leopold 4       : tidak dilakukan
TFU              : 31 cm
TBBJ             : 2790 gram
* Auskultasi Djj
               Punctum maksimum    : kuadran I
               Irama                           : teratur
               Intensitas                     : kuat
               Frekuensi                     : 153x/i           
           
·         Genitalia eksterna
      Vulva dan vagina        : tidak dilakukan pemeriksaan
·         Ekstremitas
            Atas        : pada kaki sebelah kanan dan kiri, tidak ada odema dan kuku bersih
Bawah     :odema (-), varises (-), kuku bersih dan berwarna merah muda
3. Data penunjang
            Hb                   :12,2 gr%
ASSESMENT
1. Diagnosa                
Ibu G4P3A0H3 usia kehamilan 32 minggu, janin hidup, tunggal, intra uterin, presentasi bokong, punggung kiri, keadaan  janin baik  dan keadaan ibu dengan letak sunsang, keadaan jalan lahir baik berdasarkan persalianan sebelumnya
2. Masalah                  
     Ibu cemas dengan kehamilannya sekarang
3. Kebutuhan
v  Informasi hasil pemeriksaan kepada ibu
v  Berikan pendidikan kesehatan :
-Knee chest
-Istirahat
-Nutrisi
-Senam hamil
-Tanda bahaya kehamilan TM III
v  Support mental
v  Rujukan untuk USG
4. Diagnosa potensial 
            Partus lama, asfiksia, distosia, dan kematian bayi
PLAN
            1. Informasikan hasil pemeriksaan
2. Berikan pendkes pada ibu
·         Knee chest
·         Istirahat
·         Nutrisi
·         Senam hamil
·         Tanda bahaya kehamilan TM III
            3. Berikan support mental
4. Lakukan rujukan untuk USG
Catatan pelaksanaan
Hari/tanggal
Jam
Catatan pelaksanaan
Evaluasi
Paraf
Kamis/ 28 April 2011
10.00 WIB
10.05 WIB
10.20 WIB
10.25
WIB
1. Menginformasikan kepada ibu dan keluarga tentang hasil pemeriksaan:
,TD rendah 90/60 nadi: 82 x/I, pernafasan :24 x/I,suhu : 36,5 ᵒC,usia kehamilan ibu 32 minggu Keadaan janin baik, dengan diagnosa letak sungsang
2. memberikan pendkes pada ibu tentang:
·     Knee chest yaitu ibu disarankan untuk melakukan posisi sujud dengan posisi lutut bersentuhan dengan dada
·      Istirahat, ibu disarankan untuk istirahat yang cukub
·     Nutrisi, ibu disarankan untuk banyak mengkonsumsi sayur agar BAB ibu lancar
·     Tanda bahaya kehamilan TM III seperti keluar darah dari kemaluan, ketuban pecah sebelum waktunya, demam tinggi, sakit kepala terus menerus
3. Memberikan support mental pada ibu agar tidak terlalu mencemaskan kehamilannya sekarang
4. Melakukan rujukan untuk USG untuk memastikan diagnosa
1. Ibu mengerti tentang informasi yang diberikan
2. Ibu mengerti dengan pendkes yang diberikan
3. Ibu sedikit lebih tenang dengan kehamilannya
4. Ibu akan melakukan USG
About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s