Penyakit Alzheimer

.Penyakit
Alzheimer adalah penyakit pikun banyak menyerang orang
pada usia tua. Resiko untuk
mengidap penyakit Alzheimer,
meningkat seiring dengan
pertambahan usia. biasanya
bermula pada usia 65 tahun, seseorang mempunyai resiko
5% mengidap penyakit ini dan
akan meningkat dua kali lipat
setiap tahunnya. Namun sejarah membuktikan
bahwa pesakit pertama yang
dikenal pasti pengidapnya
adalah wanita dalam usia
kurang dari 50 tahun. Di
negara maju seperti Amerika Serikat saat ini ditemukan
lebih dari 4 juta orang usia
lanjut penderita penyakit
Alzheimer. Angka ini
diperkirakan akan meningkat
sampai hampir 4 kali di tahun 2050. Hal tersebut berkaitan
dengan lebih tingginya harapan
hidup pada masyarakat di
negara maju, sehingga populasi
penduduk lanjut usia juga
bertambah.
Meskipun penyakit ini
ditemukan hampir satu abad
yang lalu, ia tidak sepopuler
penyakit lain, seperti sakit
jantung, hipertensi, Sindrom
Pernafasan Akut Parah (SARS) dan sebagainya. Alzheimer bukan penyakit yang menular,
melainkan merupakan penyakit
dengan karakter yang
menyerang pada sel ā€“ sel otak, sehingga otak tampak
mengeruk dan mengecil.
Alzaimer juga sering di
katakan sebagai penyakit yang
sering menjangkit ke orang
tua. Pada sekitar 1950-an
diperkirakan 2,5 juta
penduduk dunia mengidap
penyakit ini, dan mencapai
enam milyar orang pada tahun
2000. WHO memperkirakan lebih dari satu milyar orang
tua yang berusia lebih dari 60
tahun atau 10 persen
penduduk dunia mengidap
Alzheimer pada tahun 2003. Peningkatan ini disebabkan
dengan semakin banyak
penduduk dunia yang berusia
lanjut, peningkatan masa hidup
hingga umur 80 tahun bagi
wanita dan 75 tahun bagi lelaki. Selain itu, penjagaan
kesehatan yang lebih baik,
tingkat perkawinan menurun,
perceraian bertambah dan
mereka yang kawin tetapi
tidak banyak anak. Penelitian klinis terbaru
menunjukkan suplementasi
dengan asam lemak omega-3 dapat memperlambat
menurunan fungsi kognitif
pada penderita alzheimer
ringan.
Gejala-gejala Alzaimer sendiri
meliputi gejala yang ringan
sampai berat. ada sepuluh tanda ā€“ tanda adanya menurunya fungsional
yang disebabkan oleh
kelainan yang terjadi pada
otak (Alzheimer) antara lain:
1. Gangguan memori yang
yang mempengaruhi
keterampilan pekerjaan,
seperti; lupa
meletakkan kunci mobil,
mengambil baki uang, lupa nomor telepon atau
kardus obat yang biasa
dimakan, lupa
mencampurkan gula
dalam minuman, garam
dalam masakan atau cara-cara mengaduk
air.
2. Kesulitan melakukan
tugas yang biasa
dilakukan, seperti; tidak
mampu melakukan
perkara asas seperti
menguruskan diri sendiri.
3. Kesulitan bicara dan
berbahasa
4. Disorientasi waktu,
tempat dan orang,
seperti; keliru dengan
keadaan sekitar rumah,
tidak tahu membeli
barang ke kedai, tidak mengenali rekan-rekan
atau anggota keluarga
terdekat.
5. Kesulitan mengambil
keputusan yang tepat
6. Kesulitan berpikir
abstrak, seperti; orang
yang sakit juga
mendengar suara atau
bisikan halus dan
melihat bayangan menakutkan.
7. Salah meletakkan
barang
8. Perubahan mood dan
perilaku, seperti;
menjadi agresif, cepat
marah dan kehilangan
minat untuk
berinteraksi atau hobi yang pernah
diminatinya.
9. Perubahan kepribadian,
seperti; seperti
menjerit, terpekik dan
mengikut perawat ke
mana saja walaupun ke
WC.
10. Hilangnya minat dan
inisiatif Orang yang sakit Alzheimer
juga kadangkala akan berjalan
kesana sini tanpa sebab dan
pola tidur mereka berubah.
Orang yang sakit Alzheimer
akan lebih banyak tidur pada waktu siang dan terbangun di
waktu malam. Secara Umum,
orang sakit yang didiagnosa
mengidap penyakit ini
meninggal dunia akibat radang
paru-paru atau pneumonia. Ini disebabkan, oleh waktu itu
orang yang sakit Alzheimer
tidak melakukan sembarang
aktivitas yang lain. Menurut Penelitian dari
McLean Hospital Brain Bank
Of Hardvard University
penyakit Alzheimer ada 5 dari
10 kasus yang menunjukan
infeksi dari penyakit ini antara lain:
– Pengidap hipertensi yang
mencapai usia 40 tahun ke
atas
– mengidap kencing manis
– Kurang berolah raga – Tingkat Kolesterol yang
tinggi
– Faktor keturunan
(mempunyai keluarga yang
mengidap penyakit ini pada
usia 50-an) PARA ilmuwan berhasil
menemukan mekanisme
genetika dalam pengembangan
sistem jaringan saraf di otak
yang akan menjadi bagian dari
pengobatan baru untuk penyakit Alzheimer, selain itu
juga pengaruh obat-obatan
perangsang fungsional jaringan
otak juga diperlukan seperti:
1. Donepezil adalah obat yang diminum secara oral
untuk mengobati penyakit
Alzheimer taraf rendah hingga
medium. Donepezil tersedia
dalam bentuk tablet oral.
Biasanya diminum satu kali sehari sebelum tidur, sebelum
atau sesudah makan. Dokter
anda akan memberikan dosis
rendah pada awalnya lalu
ditingkatkan setelah 4 hingga
6 minggu. Efek samping yang sering
terjadi sewaktu minum
Donepezil adalah sakit kepala,
nyeri seluruh badan, lesu,
mengantuk, mual, muntah,
diare, nafsu makan hilang, berat badan turun, kram,
nyeri sendi, insomnia, dan
meningkatkan frekwensi buang
air kecil.
2. Rivastigmine adalah obat yang diminum secara oral
untuk mengobati penyakit
Alzheimer taraf rendah hingga
medium. Setelah enam bulan
pengobatan dengan
Rivastigmine, 25-30% penderita dinilai membaik pada
tes memori, pengertian dan
aktivitas harian dibandingkan
pada pasien yang diberikan
plasebo hanya 10-20%.
Rivastigmine biasanya diberikan dua kali sehari setelah makan. Karena efek sampingnya pada
saluran cerna pada awal
pengobatan, pengobatan
dengan Rivastigmine umumnya
dimulai dengan dosis rendah,
biasanya 1,5 mg dua kali sehari, dan secara bertahap
ditingkatkan tidak lebih dari 2
minggu. Untuk pemilihan obat
pikun atau obat Alzheimer
yang tepat ada baiknya anda
harus periksakan diri dan konsultasi ke dokter.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s