Prolaps Tali Pusat

tugas kelompok 3 A

1. Pengertian

Yaitu tali pusat berada disamping atau melewati bagian terendah janin setelah
ketuban pecah. Bila ketuban belum pecah disebut tali pusat terdepan.
Pada keadaan prolaps tali pusat ( tali pusat menumbung ) timbul bahaya besar, tali pusat terjepit pada waktu bagian janin turun dalam panggul sehingga menyebabkan asfiksia pada janin.

Prolaps tali pusat mudah terjadi bila pada waktu ketuban pecah bagian terdepan janin masih berada di atas PAP dan tidak seluruhnya menutup seperti yang terjadi pada persalinan, hidramnion, tidak ada keseimbangan antara besar kepala dan panggul, premature, kelainan letak.

2. Etiologi
Penyebab prolaps tali pusat yaitu :
2.1 Ada sesuatu yang mencegah bagian presentasi tercekat lekat di segmen bawah uterus atau penurunannya kedalam panggul ibu
2.2 Malpresentasi dan malposisi janin, disproporsi sefalopelvik dan kelahiran preterm
2.3 Tali pusat juga dapat mengalami prolaps pada amniotomi, sewaktu versi janin dan pada manipulasi obstetric lainnya
2.4 Air ketuban yang banyak atau polihidramnion
2.5 Ada kelainan pada tali pusat seperti tali pusat yang panjang atau insersi tali pusat di tepi plasenta bagian yang terendah
2.6 Letak lintang
2.7 letak sungsang
2.8 Kondisi obstetri dimana pintu atas panggul tidak sepenuhnya ditempati dengan bagian terendah janin (presentasi) akan memudahkan terjadinya prolapsus tali pusat terutama pada :
2.8.1 Presentasi bokong tidak sempurna ( letak kaki )
2.8.2 Kelainan letak ( presentasi lintang )
2.8.3 Hidramnion
2.8.4 Prematur
2.8.5 PJT – Pertumbuhan Janin Terhambat
Faktor predisposisi :
1. Talipusat yang panjang
2. Amniotomi
3. Janin kedua pada persalinan gemelli

3. Epidemiologi
Angka kejadian prolaps tali pusat dalam hubungan dengan presentasi janin :
Presentasi Angka Kejadian
Vertex (belakang kepala ) 0.4%
Frank Breech 0.5%
Letak bokong kaki 4 – 6%
Letak kaki 15 – 18%
(dr.Bambang Widjanarko, SpOG, 2009)
4. Diagnosa

Diagnosis hanya dapat ditegakkan dengan periksa dalam dimana teraba tali pusat dibagian terdepan. Namun presentasi tali pusat jarang terdiagnosa. Apabila terjadi setelah membran pecah, prolaps tali pusat dapat dideteksi dengan pemeriksaan vagina. Pemeriksaan ini harus dilakukan pada semua kasus persalinan preterm atau jika terdapat malpresentasi atau malposisi janin. Jika tali pusat dapat diraba pada pemeriksaan vagina, harus dicari pulsasinya dan bunyi jantung janin diperiksa untuk menentukan apakah masih dalam rentang normal atau menunjukkan takikardia atau bradikardia.

5. Gambaran Klinik
2 masalah utama yang terjadi pada tali pusat dan keduanya akan menyebabkan terhentinya aliran darah pada tali pusat dan kematian janin.
1. Tali pusat terjepit antara bagian terendah janin dengan panggul ibu
2. Spasme pembuluh darah tali pusat akibat suhu dingin diluar tubuh ibu
Pemeriksaan cardiotocography selalu memperlihatkan gambaran gawat janin dalam bentuk deselerasi lambat yang sangat dalam atau deselerasi berkepanjangan tunggal seperti terlihat pada gambar dibawah:

Gambaran CTG seperti ini merupakan indikasi untuk melakukan vaginal toucher untuk melihat kemungkinan adanya prolapsus talipusat
Pada beberapa keadaan diagnosa sangat mudah ditegakkan yaitu dengan terlihatnya talipusat di luar vagina, namun dugaan diagnosa yang mendorong perlunya dilakukan pemeriksaan VT adalah adanya gambaran CTG yang sangat mencurigakan diatas.
Sangat dianjurkan untuk memeriksa kemungkinan adanya prolapsus tali pusat pasca melakukan tindakan amniotomi
6. Penanganan

Penanganan Tali Pusat Terdepan ( Ketuban belum pecah ) :
6.1. Usahakan agar ketuban tidak pecah
6.2. Ibu posisi trendelenberg
6.3. Posisi miring, arah berlawanan dengan posisi tali pusat
6.4. Reposisi tali pusat

Penanganan Prolaps Tali Pusat :
1. Apabila janin masih hidup , janin abnormal, janin sangat kecil harapan hidup tunggu partus spontan.
2. Pada presentasi kepala apabila pembukaan kecil, pembukaan lengkap
Vacum ekstraksi, forsep.
3. Pada Letak lintang atau letak sungsang Sectio cesaria

7. Penatalaksanaan
Tali pusat berdenyut berarti janin masih hidup :
1. Beri oksigen 4-6 liter/menit melalui masker atau kanula nasal
2. Posisi ibu trendelenburg
3. Diagnosis tahapan persalinan melalui pemeriksaan dalam segera
4. Jika ibu pada persalinan kala I, ada dua pilihan yaitu reposisi tali pusat atau seksio sesarea.
5. Dengan sarung tangan desinfektan tingkat tinggi (dtt) masukkan tangan dalam vagina dan bagian terendah janin segera didorong keatas sehingga tahanan pada tali pusat dapat dikurangi
6. Tangan yang lain menahan bagian terendah di suprapubis dan evaluasi keberhasilan reposisi
7. Jika bagian terbawah janin telah terpegang dengan kuat diatas rongga panggul, keluarkan tangan dari vagina. Letakkan tangan tetap diatas abdomen sampai dilakukan seksio sesarea
8. Jika reposisi tidak berhasil dorong bagian terdepan keatsas agar tali pusat tidak tertekan dan letakkan ibu dalam posisi tredelenburg atau exaggerated sims position dengan menaruh bantal di bawah perut / pinggul dan segera bawa ke rumah sakit untuk di section sesarea dengan tangan tetap dipertahankan didalam vagina sampai bayi lahir
9. Jika tersedia, berikan tokolitik seperti terbutalin atau salbutamol 0,5 mg IV secara perlahan untuk mengurangi kontraksi rahim
10. Segera lakukan seksio sesarea
Jika ibu pada persalinan kala II :
1. Pada presentasi kepala lakukan segera persalinan dengan ekstrasi vakum atau ekstrasi cunam / forsep dengan episiotomi
2. Jika presentasi bokong / sungsang lakukan ekstrasi bokong atau kaki dan gunakan forcep piper atau panjang untuk melahirkan kepala yang menyusul
3. Jika letak lintang, siapkan segera seksio sesarea.
4. Siapkan segera resusitasi neonatus.
Tali Pusat Tak Berdenyut
Jika tali pusat tak berdenyut berarti janin telah meninggal. Keadaan ini sudah tidak merupakan tindakan darurat lagi dan lahirkan bayi sealamiah mungkin tanpa mencederai ibu. Pergunakan waktu untuk memberikan konseling pada ibu dan keluarganya tentang apa yang terjadi dan tindakan apa yang akan dilakukan. Diharapkan persalinan dapat berlangsung spontan pervaginam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s