Anemia Defisiensi Besi (Fe)

1. Definisi Anemia Defisiensi Fe pada Ibu hamil
Anemia didefinisikan sebagai penurunan jumlah sel darah merah atau penurunan konsentrasi hemoglobin didalam sirkulasi darah. Definisi anemia yang diterima secara umum adalah kadar Hb kurang dari 12 g/dl untuk wanita tidak hamil dan 11 g/dl untuk wanita hamil pada trimester pertama dan ketiga dan 10,5 g/dl pada trimester kedua. Anemia di golongkan menjadi anemia ringan jika Hb 9-10 g/dl, anemia sedang jika Hb 7-8 g/dl dan anemia berat jika Hb kurang dari 7 g/dl. Anemia defisiensi besi (ADB) adalah suatu keadaan dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin dalam sel darah berada dibawah normal, yang disebabkan karena kekurangan zat besi.
2. Etiologi Anemia Defisiensi Fe Pada Ibu Hamil
Anemia defisiensi Fe disebabkan oleh beberapa hal antara lain hipervolemia yang terjadi pada saat kehamilan. Pada wanita hamil sehat volume darah meningkat 1,5 liter. Peningkatan volume tersebut terutama terjadi akibat peningkatan plasma bukan peningkatan jumlah sel eritrosit. Walaupun ada peningkatan jumlah eritrosit dalam sirkulasi yaitu sekitar 450 ml atau 33%, tetapi tidak seimbang dengan peningkatan volume plasma sehingga terjadi hemodelusi. Pada awalnya, volume plasma meningkat pesat dari usia gestasi sekitar 6 minggu, kemudian laju peningkatan melambat. Sementara eritrosit mulai meningkat pada trimester kedua dan lajunya memuncak pada trimester ketiga.
Hipervolemia yang diinduksi oleh kehamilan mempunyai beberapa fungsi penting antara lain; mengisi ruang vaskular di uterus, jaringan pembuluh di payudara, otot, ginjal dan kulit. Hipervolemia juga mengurangi efek pengeluaran hemoglobin pada persalinan. Penurunan kekentalan darah memperkecil resistensi terhadap aliran sehingga kerja jantung untuk mendorong darah menjadi lebih ringan. Faktor lain dari pengebab defisiensi Fe adalah meningkatnya kebutuhan Fe ibu hamil. Kandungan besi total pada wanita dewasa normal berkisar dari 2,0 – 2,5 g. Umumnya cadangan besi wanita normal sekitar 300 mg. Kebutuhan besi pada kehamilan normal sekitar 1000 mg. 300 mg secara aktif ditransfer ke janin dan plasenta dan sekitar 200 mg hilang sepanjang berbagai jalur ekskresi normal. Untuk penambahan rata-rata volume total eristrosit membutuhkan kira-kira 500 mg besi. Jumlah total 1000 mg jelas melebihi cadangan besi pada sebagian wanita. Anemia defisiensi besi bisa semakin diperberat dengan kurangnya asupan besi dalam makanan dan perdarahan.
3. Pengaruh Anemia Dalam Kehamilan
dalam masa kehamilan terdapat pembentukan jaringan baru pada ibu dan jaringan konseptus (Janin, plasenta, selaput ketuban, dan jaringan lain), selain itu terjadi peningkatan metabolisme untuk mempertahankan jaringan yang tumbuh tersebut. Dengan meningkatnya metabolisme maka kebutuhan akan oksigen semakin meningkat. Jika ibu kekurangan Fe maka pembentukan Hemoglobin terhambat, sementara hemoglobin berfungsi untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh. Apabila janin mengalami kekurangan oksigen, janin akan beradaptasi dengan mengubah aktivitas metaboliknya agar dapat bertahan hidup. Perlambatan pertumbuhan dan penurunan pengeluaran energi merupakan bagian dari adaptasi ini. Oleh karena itu defisiensi Fe dapat berakibat abortus, persalinan prematur, hambatan tumbuh kembang janin dalam rahim, kematian intrauterin, berat badan bayi rendah, dan cacat bawaan.
Pada saat persalinan yang juga terjadi peningkatan metabolisme kekurangan Fe dapat berakibat inersia uteri dan atonia uteri. Begitu juga pada saat nifas, kekurangan Fe dapat berakibat meningkatkan infeksi nifas.
Kesimpulan
ü Anemia à kadar Hb kurang dari 12 g/dl untuk wanita tidak hamil dan 11 g/dl untuk wanita hamil pada trimester pertama dan ketiga dan 10,5 g/dl pada trimester kedua.
ü Anemia di golongkan menjadi anemia ringan jika Hb 9-10 g/dl, anemia sedang jika Hb 7-8 g/dl dan anemia berat jika Hb kurang dari 7 g/dl.
ü Anemia defisiensi besi (ADB) adalah suatu keadaan dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin dalam sel darah berada dibawah normal, yang disebabkan karena kekurangan zat besi
ü Kurang zat besi diakibatkan oleh Hipervolemi, kebutuhan zat besi meningkat, kurangnya zat besi dalam makanan, dan perdarahan
ü Anemia dalam kehamilan memberi pengaruh kurang baik bagi janin dan ibu, baik dalam kehamilan, persalinan maupun dalam nifas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s