Eklampsi dalam Kehamilan

Definisi
Eklampsia dalam bahasa yunani berarti “ halilitar “ karena serangan kejang –kejang timbulnya tiba-tiba seperti petir
Gejala – Gejala Eklampsia
1.      Stadium invasi ( awal atau aurora )
Mata terpaku dan terbuka tanpa melihat, kelopak mata dan tangan bergetar, kepala dipalingkan ke kanan atau kiri. Stadium ini berlangsung kira-kira 30 menit
2.      Stadium kejang tonik
Seluruh otot badan jadi kaku, wajah kaku, tangan menggenggam dan kaki membengkok ke dalam, pernapasan ke dalam, pernapasan berhenti, muka mulai kelihatan sianosis, lidah dapat tergigit. Stadium ini berlangsung kira-kira 20-30 menit
3.      Stadium kejang klonik
Semua otot berkontraksi ulang-ulang waktu yang cepat, mulut terbuka dan tertutup. Keluar ludah berbusa dan lidah dapat digigit, mata melotot, muka kelihatan kongesti dan sianosis. Setelah berlangsung selama 1-2 menit kejang klonik berhenti dan penderita tidak sadar, menarik nafas seperti mendengkur.
4.      Stadium koma
Lamanya ketidaksadaran ( koma ) ini berlangsung selama beberapa menit sampai berjam-jam. Kadang-kadang antara kesadaran timbul serangan baru dan akhirnya ibu tetap dalam keadaan koma. Selama serangan tekanan darah meninggi, nadi cepat dan suhu naik sampai 40 celcius
Komplikasi
  1. Lidah tergigit
  2. Terjadi perlukaan dan fraktur
  3. Gangguan pernafasan
  4. Perdarahan otak
  5. Solusio plasenta
  6. Merangsang persalinan
Prognosis
Morbiditas dan mortalitas ibu dan bayi tinggi
Kematian ibu
Disebabkan oleh pendarahan otak, kegagalan jantung paru, kegagalan ginjal, infeksi, kegagalan hepar, dan lain-lain
Kematian bayi
Disebabkan hipoksia intrauterin dan prematuritas
Kriteria Eden
Adalah kriteria untuk menentukan prognosis eklampsia yang terdiri dari
a.       Koma yang lama
b.      Frekuensi nadi diatas 120 kali permenit
c.       Suhu 39,4 celcius atau lebih
d.      Tekanan darah lebih dari 200 mmHg
e.       Konvulsi lebih dari 10 kali
f.        Proteinuria 10 gr atau lebih
g.       Tidak ada oedema, oedema menghilang
h.       Bila dijumpai salah satu tanda-tanda yang diatas maka disebut dengan eklampsia ringan, bila dijumpai 2 atau lebih tergolong berat dan prognosis akan lebih jelek
Pencegahan
Upaya-upaya yang dilakukan adalah :
a.       Memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat bahwa eklampsia bukanlah penyakit kemasukan seperti banyak yang disangka oleh masyarakat
b.      Meningkatkan jumlah poliklinik pemeriksaan antenatal serta mengusahakan agar semua ibu hamil memeriksakan kehamilan sejak hamil muda
c.       Pelayanan kebidanan yang bermutu yaitu pada tiap-tiap pemeriksaan kehamilan diamati tanda-tanda pre-eklampsia dan mengobatinya sedini mungkin
d.      Mengakhiri kehamilan sedapat-dapat pada kehamilan 37 minggu keatas apabila setelah dirawat inap tanda-tanda tidak menghilang
Penanganan
Prinsip perawatannya adalah
1.   Tujuan perawatan di RS adalah untuk menghentikan konvulsi, mengurangi vasospasme, meningkatkan diuresis, mencegah infeksi, memberikan pengobatan yang tepat dan cepat, serta untuk melakukan terminasi kehamilan 4 jam serangan kejang yang terakhir, dengan tidak menghitungkan tuanya kehamilan
2.   Penderita eklampsia harus dirawat inap di RS
3.   Pengangkutan ke RS
Sebelum dikirim, diberikan obat penenang untuk mencegah serangan kejang-kejang selama dalam perjalanan yaitu pethidin 100 mg atau luminal 200 mg atau              morfin 10 mg. Sesampai di RS, pertolongan pertama adalah
a.       membersihkan dan melapangkan jalan pernapasan
b.      menghindarkan lidah tergigit
c.       pemberian oksigen
d.      pemasangan infus dektrosa atau glukosa
e.       menjaga agar janagan sampai trauma serta dipasang kateter tetap

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s