Metode Aminore Laktasi (Mal), KB Post Partum

  • METODE AMENOREA LAKTASI ( MAL)
  • Metode Amenorea Laktasi (MAL) adalah yang mengandalkan penberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif, artinya hanya diberikan ASI tanpa tambahan makanan atau minuman apapun lainnya.
  • MAL dapat dipakai sebagai kontrasepsi bila:
  • menyusui secara penuh (full breast feeding), lebih efektif bila pemberian ≥ 8x sehari
  • belum haid
  • umur bayi kurang dari 6 bulan
  • efektif sampai 6 bulan.
  • harus dilanjutkan dengan pemakaian metode kontrasepsi lainnya.

CARA KERJA
Produksi ASI dirangsang oleh hormone prolaktin, juga mengurangi kadar hormon LH yang diperlukan untuk memelihara dan melangsungkan siklus haid.
Kadar prolaktin yang tinggi menyebabkan ovarium menjadi kurang sensitive terhadap perangsangan gonadotropin yang memang sudah rendah, dengan akibat timbulnya inaktivitas ovarium, kadar estrogen yang rendah dan anovulasi. Bahkan pada saat aktivitas ovarium mulai pulih kembali, kadar prolaktin yang tinggi menyebabkan fase luteal yang singkat dan fertilitas yang menurun.
Sehingga gambaran dari keadaan 3 minggu pertama post partum adalah gambaran dari inaktivitas poros hypophysis-hipotalamus-ovarium, yang akan bertambah lama oleh laktasi di bawah pengaruh sekresi prolaktin.

Efek kontraseptif dari Laktasi
Sampai dimana laktasi dapat diandalkan sebagai suatu metode kontrasepsi untuk ibu yang sedang menyusui? Laktasi dapat diandalkan sepanjang ibu tidak mengalami ovulasi, hanya saja persoalannya sampai sekarang masih sukar sekali untuk menentukan kapan ovulasi akan kembali. Kebanyakan, tetapi tidak semua, ibu-ibu yang sedang menyusui tidak akan mengalami ovulasi untuk 4-24 bulan setelah melahirkan, sedangkan ibu-ibu yang tidak menyusui dapat mengalami ovulasi sedini 1-2 bulan setelah melahirkan .
Ovulasi umumnya mendahului haid pertama post partum, dan bila ibu tidak menggunakan kontrasepsi, kurang dari 1 dari 10 ibu akan hamil lagi meskipun masih tetap belum mengalami haidlagi/ amenorea.
Instruksi Kepada Klien (Hal Yang Harus Disampaikan Kepada Klien)
    • Seberapa sering harus menyusui.
Bayi disusui secara on demand (menurut kebutuhan bayi). Biarkan bayi menyelesaikan menghisap dari satu payudara sebelum memberikan payudara lain, bayi mendapat cukup banyak susu akhir (hind milk). Bayi hanya membutuhkan sedikit ASI dari payudara berikut atau sama sekali tidak memerlukan lagi.
    • Waktu antara dua pengosongan payudara tidak lebih dari 4 jam
    • Biarkan bayi menghisap sampai dia sendiri yang melepaskan hisapannya
    • Susui bayi ibu juga pada malam hari karena menyusui waktu malam membantu mempertahankan kecukupan persediaan ASI
    • Bayi terus disusui walaupun ibu/ bayi sedang sakit
    • ASI dapat disimpan dalam lemari pendingin
    • Kapan mulai memberikan makanan padat sebagai makanan pendamping ASI. Selama bayi tumbuh dan berkembang dengan baik serta kenaikan berat badan cukup, bayi tidak memerlukan makanan selain ASI sampai dengan umur 6 bulan. ( berat badan naik sesuai umur, sebulan BB naik minimal 0,5 kg, ngompol sedikitnya 6 kali sehari)
    • Apabila ibu menggantikan ASI dengan minuman atau makanan lain, bayi akan menghisap kurang sering dan akibatnya menyusui tidak lagi efektif sebagai metode kontrasepsi.
    • Haid
Ketika ibu mulai dapat haid lagi, itu pertanda ibu sudah subur kembali dan harus segera mulai menggunakan metode lainnya.
    • Untuk kontrasepsi dan kesehatan
      • Anda memerlukan metode kontrasepsi lain ketika anda milai dapat haid lagi, jika anda tidak lagi menyusui secara eksklusif atau atau bila bayi anda sudah berumur 6 bulan.
      • Konsultasi dengan bidan/ dokter atau diklinik/ puskesmas sebelum anda mulai memakai metode kontrasepsi lainnya.
      • Jika suami/pasangan anda berisiko tinggi terpapar Infeksi Menulau Seksual, termasuk AIDS, anda harus pakai kondom ketika pakai MAL.
    • Apa yang harus dilakukan bila anda menyusui tidak secara eksklusif atau berhenti menyusui.
  • Anda perlu kondom atau metode kontrasepsi lain ketika anda tidak menyusui lagi secara eksklusif.
  • Ke klinik KB untuk membantu memilih atau memberikan metode kontrasepsi lain yang sesuai.
Beberapa catatan dari consensus Bellagio (1988) untuk mencapai keefektifan 98%
    • Ibu harus menyusui secara penuh atau hampir penuh ( hanya sesekali diberikan 1-2 teguk air/ minuman pada upacara adat/ agama).
    • Perdarahan sebelum 56 hari pascapersalinan dapat diabaikan (belum dianggap haid)
    • Bayi menghisap secara langsung
    • Menyusui dimulai dari setengah sampai satu jam setelah bayi lahir.
    • Kolostrum diberikan kepada bayi
    • Pola menyusui on demand dan dari kedua payudara.
    • Sering menyusui selama 24 jam termasuk malam hari.
    • Hindari jarak menyusui lebih dari 4 jam.
Setelah bayi berumur 6 bulan, kembalinya kesuburan mungkin didahului haid, tetapi dapat juga tanpa di dahului haid. Efek ketidaksuburan karena menyusui sangat dipengaruhi oleh aspek-aspek:

  • Cara menyusui
  • Seringnya menyusui
  • Lamanya setiap kali menyusui
  • Jarak antara menyusui
  • Kesungguhan menyusui
Supaya berhasil dan aman untuk pemakaian MAL maka ibu harus menerapkan menyusui secara eksklusif sampai dengan 6 bulan. Untuk mendukung keberhasilan menyusui dan MAL maka beberapa hal yang penting untuk diketahui yaitu cara menyusui yang benar meliputi posisi, perlekatan dan menyusui secara efektif:
Posisi bayi yang benar
  • Kepala dan tubuh bayi dalam satu garis lurus
  • Badan bayi menghadap ke dada ibu
  • Badan bayi melekat ke ibu
  • Seluruh badan bayi tersangga dengan baik, tidak hanya leher dan bahu saja

4 TANDA BAYI MELEKAT DENGAN BAIK

    • Dagu bayi menempel pada payudara ibu
    • Mulut bayi terbuka lebar
    • Bibir bawah membuka lebar(dower), lidah terlihat didalamnya
    • Areola bagian atas tampak lebih banyak/ lebar (areola juga untuk ke mulut bayi, tidak hanya putting susu).
    Tanda bayi menghisap dengan efektif
    • Menghisap secara mendalam dan teratur
    • Kadang diselingi istirahat
    • Hanya terdengar suara menelan
    • Tidak terdengar suara kecap/ mengecap
    Setelah selesai
    • Bayi melepas payudara secara spontan
    • Bayi tampak tenang dan mengantuk
    • Bayi tampak tidak berminat lagi pada ASI

Tanda bayi menghisap tidak efektif
  • Menghisap dengan cepat dan dangkal
  • Mungkin terlihat lekukan kedalam pada pipi bayi
  • Tidak terdengar suara menelan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s